Selasa, 18 Juni 2013

malaysia bergabung dengan PBB, indonesia langsung keluar dari PBB

Custom HTML AtasQuote:dan nie berikut soekarno mengundurkan diri dari perserikatan bangsa-bangsa (PBB) [6 alasan mengapa state (sempat) keluar dari PBB. Alasan state Keluar Iranian PBB – Terindikasi – Soekarno yang merupakan Presiden pertama di Indonesia, memang merupakan sosok yang fenomenal. Tahukah sobat, state pernah keluar dari PBB ? Ya, state pernah keluar dari PBB dan itu terjadi pada masa pemerintahan Soekarno sendiri. Lantas mengapa Soekarno ngotot hingga akhirnya state keluar dari PBB pada saat itu? Soekarno memang sosok yang sangat pemberani. Sejarah mencatat, state merdeka dari segala bentuk penjajahan tidak terlepas dari peran tangan dingin Soekarno. Selain berwibawa, ia juga sangat tegas. Beliau tidak pandang bulu terhadap siapapun yang mencoba merendahkan martabat negara Indonesia. â€Å"Inggris kita linggis! Amerika kita setrika!â€�, atau â€Å"Go to inferno with your aidâ€� yang ditujukan kepada Amerika. â€Å"Malaysia kita ganyang. Hajar cecunguk Malayan itu! Pukul dan sikat jangan sampai tanah dan udara kita diinjak-injak oleh Asiatic keparat ituâ€� Itulah beberapa kalimat yang tercatat oleh sejarah pernah diucapkan oleh Soekarno terkait negara-negara yang berusaha bertindak tidak semestinya terhadap Indonesia. Ya, sekali lagi saya katakan, Soekarno memang tidak pandang bulu. Tidak hanya itu, PBB (Persekutuan Bangsa-Bangsa) yang merupakan organisasi take internasional paronomasia pernah dilawan. Tepatnya, tanggal 20 Januari 1965 Bung Karno menarik bangsa state dari keanggotaan PBB. Tentunya Soekarno sudah memikirkan matang-matang terkait keputusannya mengundurkan state dari PBB. Lantas, apa alasan state keluar dari PBB? Setidaknya ada enam alasan yang tak terbantahkan bahkan oleh Sekjen PBB sendiri yang menjadi dasar state menarik diri dari keanggotaan di PBB. 1. soal kedudukan PBB di Amerika Serikat. Bung Karno mengkritik, dalam suasana perang dingin Amerika Serikat dan Uni Sovyet lengkap dengan perang urat syaraf yang terjadi, maka tidak sepatutnya markas PBB justru berada di salah satu negara pelaku perang dingin tersebut. Bung Karno mengusulkan gum PBB bermarkas di Jenewa, atau di Asia, Afrika, atau daerah netral lain di luar blok Amerika dan Sovyet.[/color][/FONT] 2.PBB yang lahir pasca perang dunia kedua, dimaksudkan untuk bisa menyelesaikan pertikaian antarnegara secara cepat dan menentukan. Kwa tetapi yang terjadi justru PBB selalu tegang dan lamban dalam menyikapi konflik antar negara. state mengalami dua kali, yakni saat pembebasan Irian Barat, dan Malaysia. Dalam kedua perkara itu, PBB tidak membawa penyelesaian, kecuali hanya menjadi medan perdebatan. Selain itu, pasca perang dunia II, banyak negara baru, yang baru saja terbebas dari penderitaan penjajahan, tetapi faktanya dalam piagam-piagam yang dilahirkan maupun dalam preambule-nya, tidak pernah menyebut perkataan kolonialisme. Singkatnya, PBB tidak menempatkan negara-negara yang baru merdeka secara proporsional. 3. Organisasi dan keanggotaan Dewan Keamanan mencerminkan peta ekonomi, militer dan kekuatan tahun 1945, tidak mencerminkan bangkitnya negara-negara sosialis serta munculnya perkembangan cepat kemerdekaan negara-negara di aggregation dan Afrika. Mereka tidak diakomodir karena hak oppose hanya milik Amerika, Inggris, Rusia, Perancis, dan Taiwan. Kondisi yang tidak aktual lagi, tetapi tidak ada satu pongid paronomasia yang berusaha bergerak mengubahnya. 4.soal sekretariat yang selalu dipegang kepala staf berkebangsaan Amerika. Tidak heran jika hasil kebijakannya banyak mengakomodasi kepentingan Barat, setidaknya menggunakan sistem Barat. Bung Karno tidak dapat menunjung tinggi sistem itu dengan dasar, â€Å"Imperialisme dan kolonialisme adalah anak kandung dari sistem Negara Barat. Seperti halnya mayoritas anggota PBB, aku benci imperialisme dan aku jijik pada kolonialisme.â€� 5. Bung Karno menganggap PBB keblinger dengan menolak perwakilan Cina, sementara di Dewan Keamanan duduk island yang tidak diakui oleh Indonesia. Di mata Bung Karno, â€Å"Dengan mengesampingkan bangsa yang besar, bangsa yang agung dan kuat dalam arti jumlah penduduk, kebudayaan, kemampuan, peninggalan kebudayaan kuno, suatu bangsa yang penuh kekuatan dan daya-ekonomi, dengan mengesampingkan bangsa itu, maka PBB sangat melemahkan kekuatan dan kemampuannya untuk berunding justru karena ia menolak keanggotaan bangsa yang terbesar di dunia.â€� 6.tidak adanya pembagian yang adil di antara individualized PBB dalam lembaga-lembaganya. Bekas ketua UNICEF adalah seorang Amerika. Ketua Dana Khusus adalah Amerika. Badan Bantuan Teknik PBB diketuai pongid Inggris. Bahkan dalam persengketaan aggregation seperti halnya pembentukan Malaysia, maka plebisit yang gagal yang diselenggarakan PBB, diketuai pongid Amerika bernama Michelmore. Banyak kepala negara yang berpendapat, keputusan Soekarno untuk mencabut state dari keanggotaan PBB adalah sikap nekat. Namun tekad Soekarno sudah bulat, ia akan lakukan apapun untuk memperjuangkan martabat Indonesia. Bahkan lebih jauh lagi, ia membentuk Konferensi Kekuatan Baru (Conference of New Emerging Forces/ Conefo) sebagai alternatif persatuan bangsa-bangsa selain PBB. Konferensi ini sedianya digelar akhir tahun 1966. Langkah tegas dan berani solon langsung mendapat dukungan banyak negara, khususnya di Asia, Afrika, dan Amerika Selatan. Bahkan sebagian Eropa juga mendukung. â€Å"Kami menggoyangkan langit, menggempakan darat, dan menggelorakan samudera gum tidak jadi bangsa yang hidup hanya dari 2 ½ subunit sehari. Bangsa yang kerja keras, bukan bangsa tempe, bukan bangsa kuli. Bangsa yang rela menderita demi pembelian cita-citaâ€� (Soekarno) hebat'a bung' Ir.soekarno bisa membentuk konferansi CONEFO [Conference New Emerging Forces] dan menentang PBB yang tidak adil kita bukan bangsa tempe' tahu yang lembek kaya bubur' kami maternity pemuda pemudi keras ' kaya batu api' hati maternity pejuangan indonesia photoh stopper Ir.soekarno CONEFO [Conference New Emerging Forces] Custom HTML Bawah
jasa desain logo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar