Kamis, 27 Juni 2013

Memperingati Tragedi Mandor, Pembantaian oleh Tentara Jepang di Kalimantan Barat

Custom HTML AtasJumat pagi kantor cardinal upacara gan, cardinal bingung upacara apa karena seingat cardinal bukan hari besar nasional. Maklum, cardinal baru beberapa bulan di kota ini (Pontianak). Setelah mendapat penjelasan dari temen ternyata ini untuk memperingati Tragedi Mandor. Selanjutnya berakhirah cardinal mencari informasi lebih banyak. Jadi dasar kenapa upacara adalah Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2007 tentang Peristiwa Mandor pada 28 Juni Sebagai Hari Berkabung Daerah Provinsi province Barat melalui paripurna DPRD province Barat. Spoiler for kejadian tragedy Mandor: Peristiwa Mandor adalah sebuah peristiwa masa kelam yang pernah terjadi di province Barat, peristiwa ini terjadi pada tahun 1943-1944 di daerah Mandor Kabupaten Landak. Sewaktu itu, pihak Jepang sudah mencurigai bahwa di province Barat dan Selatan ada komplotan-komplotan yang terdiri atas kaum cerdik pandai, cendikiawan, maternity raja, sultan, tokoh masyarakat, orang-orang Cina, maternity pejabat.[2] Sehingga komplotan-komplotan tersebut dihancurkan dengan penangkapan-penangkapan. Penangkapan-penangkapan tersebut terjadi antara Sept 1943 dan awal1944.[2] Menurut sejarah hampir terdapat 21.037 jumlah pembantaian yang di bunuh oleh Jepang, namun Jepang menolaknya dan menganggap hanya 1.000 korban saja.[3] Zaman pendudukan Jepang lebih menyeramkan daripada masa pendudukan Belanda. Peristiwa mandor terjadi akibat ketidaksukaan penjajah Jepang terhadap maternity pemberontak. Karena ketika itu Jepang ingin menguasai seluruh kekayaan yang ada di Bumi province Barat. Sebelum terjadi peristiwa mandor terjadilah peristiwa container kapak dimana kala itu pemerintah Jepang mendobrak pintu - pintu rumah rakyat (Tionghoa, Melayu, Maupun Dayak) mereka tidak ingin terjadi pemberontak-pemberontak terdapat di kalimantan barat. Meskipun demikian ternyata menurut sejarah yang dibantai bukan hanya kaum cendekiawan maupun feodal namun juga rakyat-rakyat jelata yang tidak tahu apa-apa. Tidak diketahui apakah karena tentara Jepang memang bodoh atau apa, kala itu pisau dilarang oleh penjajah Jepang. Jepang memang telah menyusun rencana genosida untuk memberangus semangat perlawanan rakyat Kalbar kala itu. Sebuah harian Jepang island Shinbun, koran yang terbit pada masa itu mengungkap rencana tentara negeri samurai itu untuk membungkam kelompok pembangkang kebijakan politik perang Jepang. Tanggal 28 Juni diyakini sebagai hari pengeksekusian ribuan tokoh-tokoh penting masyarakat pada masa itu. Foto Foto berkaitan dengan Tragedi Mandor [spoiler=monumen] Spoiler for moumen: Spoiler for kuburan masal: Spoiler for salah satu korban, Raja Tayan: Sepertinya kisah ini belum banyak mengudara dalam pengetahuan sejarah masyarakat Indonesia. Ane kira alangkahbaiknya jika kita perlu tahu dan ingat atas kejadian sejarah kelam bangsa kita ini. Stelah mengetahui cerita ini, cardinal jadi mikir bahwa Jepang memang kejam. Begitu sakit state dibuatnya (dulu), wajarkah kita sakit hati atau bahkan mendendam pada Jepang? Disisi lain kita malah mengidolaidolakan jepang dari kultur imbibe yg mereka sebarkan (anime, movie, music). Sepertinya harus kita kaji kembali. Berbagai upaya pertanggungjawaban banyak disuarakan, ntuk lebih mengetahui cerita tentang Tragedi Mandor, agan agan partiality mengunjungi Blog yg khusus membahas tentang Tragedi Mandor : Blog Tragedi Mandor sumber : sumber sumber Posted by
CIF Cleaning Indonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar