jasa desain logo
Selasa, 18 Juni 2013
Diskusi "Apa UANG itu segalanya,karna bagi sebagian orang uang segalanya"
happy reading .Uang- yang konon kabarnya pertama kali digunakan oleh bangsa Lydia (sekarang Turki) di tahun 650-600 SM- semakin menjadi oksigennya kehidupan.
Uang Bukan Segalanya, Tapi Segalanya Butuh Uang Ada yang bilang ââ¬Å"uang bukan segalanyaââ¬ï¿½, tapi realitanya ââ¬Å"segalanya butuh uangââ¬ï¿½. ada juga yang bilang ââ¬Å"uang gak bisa membeli waktu, kebahagiaan, cinta, dllââ¬ï¿½. tapi realitanya ââ¬Å"semua bisa dimaksimalkan dengan bantuan uang bahkan untuk mendapatkan waktu, kebahagian, cinta, dllââ¬ï¿½. Jadi, siapa bilang uang itu gak penting? 1. Waktu Uang gak akan bisa mengembalikan waktu yang telah berlalu. Setelah hari berganti, maka waktu 24 wad tersebut akan hilang dan ngga akan mungkin akan kembali lagi. Karena itu gunakan setiap kesempatan yang ada untuk menyatakan perhatian dan kasih sayang kita kepada pongid yang sangat kita sayang dan kita cintai, sebelum waktu itu berlalu dan kita menyesalinya. but the actuality said.. Memang uang gak bisa beli waktu. Namun kalo kita udah punya banyak uang, kita gak perlu kerja terlalu keras lagi, yang berarti kita punya banyak waktu untuk keluarga, untuk hobby, dan lain-lain. dengan uang kita bisa beli motor, mobil, naik pesawat, mau kemana2 gampang, cepat sampainyaâ⬦ kalo macet, bisa pake helikopter, dijamin opposing macet. dan segalanya perlu uang. 2. Kebahagian Memang kedengarannya aneh, Tetapi inilah kenyataannya. Uang memang bisa membuat kita merasa senang karena kita bisa membiayai liburan mewah, memberi laptop dengan fasilitas yang sangat modern, atau modifikasi mobil balap. Tapi uang gak bisa menghadirkan secercah kebahagiaan dari dalam lubuk hati kita. but the actuality said.. Uang memang ngga bisa membuat kita bahagia, namun kalo kita banyak uang, kita gak perlu khawatir lagi besok mau makan apa, besok mau bayar uang sekolah/kuliah berapa duit, dan lain-lain. Dengan banyak uang, kita bisa bawa keluarga jalan-jalan ke luar kota, bahkan ke luar negeri. Memberikan mereka liburan, melihat mereka bersenang2, tersenyum ceria, gak ada yangg lebih membahagiakan di dunia ini selain melihat senyuman dari pongid yang kita cintai. 3. Kebahagiaan Anak Untuk membelikan makan dan pakaian yang bagus ââ¬â bagus untuk anak tercinta memang membutuhkan uang. Tapi kita ngga bisa menggunakan uang untuk memberi rasa aman, tanggung jawab, sikap yang baik serta kepandaian pada anak. Hal ini merupakan buah dari waktu dan perhatian yang kita curahkan untuk mereka dan hal ââ¬â hal baik yang kita ajarkan. Uang memang membantu kita memenuhi aspek pengasuhan, tapi waktu telah membuktikan bahwa kebutuhan dasar tiap anak adalah berapa banyak waktu yang diberikan orangtuanya, bukan orangnya. but the actuality said.. Memang, dengan uang ngga membuat anak bahagia, Tapi dengan uang kita bisa membelikan mainan yang bagus dan edukatif buat anak2 kita, kita mampu menyekolahkan anak kita di sekolah bermutu, mencarikan guru les yang handal, untuk mengajarinya supaya menjadi lebih pintar dan bertalenta. Yang pada akhirnya akan membahagiakan hidup anak kita di masa mendatang. Kita juga bisa mengajak anak kita ke taman bermain, ke luar negeri, melihat keajaiban2 dunia, yang tentu saja akan menceriakan kehidupannyaâ⬦ Dengan banyak uang, kita ngga perlu kerja terlalu keras lagi, kita punya waktu untuk menceritakan dongeng kepada anak kita, kita punya waktu untuk bermain2 dengannyaâ⬦. dan menceriakan hari2nya 4. Cinta Cinta gak bisa dibeli dengan uang, akuilah hal ini benar. Memang dengan uang kita bisa membuat pongid tertarik, tapi cinta berasal dari rasa saling menghargai, perhatian, berbagi pengalaman dan kesempatan untuk berkembang bersama. Itu sebabnya banyak pasangan yang menikah karena uang, tak bertahan lama. but the actuality said.. dengan uang, memang kita gak bisa membeli cinta. namun dengan cinta saja, kita juga gak bisa menghidupi anak istri. buat beliin baju, bawa istri jalan2, menceriakan hidupnya, semuanya butuh uangâ⬦ tanpa uang, kita gak bisa mempercantik/memperganteng diri kita. tanpa uang, gak bisa olah raga di tempat fitness. tanpa uang, gak bisa pake baju keren. jadi kesimpulannya, cinta paronomasia perlu uang mau ngapel dari Bekasi ke Djakarta paronomasia perlu uang. 5. Penerimaan Untuk diterima oleh lingkungan pergaulan, Kita tak butuh uang. Bila Kita ingin diterima, fokuskan energi Kita untuk membuat diri Kita berharga bagi lingkungan sekitar dengan menjadi teman dalam suka dan duka. but the actuality said.. sudah sangat jelas kata2 peribahasa.Ada uang Abang disayang, tak ada uang, abang melayang. 6. Kesehatan Kita butuh uang untuk mengongkosi biaya perawatan dan membeli obat, tapi uang tak bisa menggantikan kesehatan yang hilang. Itu sebabnya pepatah lebih baik mencegah daripada mengobati sebaiknya kita terapkan. Mulailah berolahraga, berhenti merokok, dan banyak hal lain yang pasti sudah kalian tau. but the actuality said.. memang benar uang ngga bisa membeli kesehatan.tapi kita juga tau, manusia ngga mungkin bisa selamanya sehat.kalo lagi demam, perlu uang untuk membeli panadol,kalo mendadak kena usus buntu, biaya operasi di rumah sakit bisa sampe belasan juta.kalo lagi jalan di jalan raya, mendadak menginjak lubang, longlegs keseleo, perlu bayarin tukang urut atau dokter tulang. semuanya perlu uang. 7. Kesuksesan Beberapa pongid memang ada yang mencapai kesuksesan dengan menyuap, tapi ini adalah pengecualian. Kesuksesan hanya berasal dari kerja keras, kemauan, dan sedikit kemujuran. Ada aspek kecil dari usaha menuju sukses yang bisa didapatkan dengan uang, misalnya mengikuti pelatihan atau membeli peralatan, tapi sukses lebih banyak berasal dari usaha yang Kita lakukan sendiri. but the actuality said.. Yapâ⬦ benar banget kesuksesan berasal dari kerja keras kita.tapi semuanya paronomasia perlu uang. mau sekolah, kuliah, semua perlu duit.kita ngga mungkin bisa jadi arsitek yang sukses, kalo gak punya duit buat kuliah arsitektur, apalagi biaya kuliah di jakarta makin lama makin mahal.untuk bisa sukses, kita perlu kesehatan yang baik. dan untuk kesehatan yang baik, kita perlu makanan yang cukup dan bergizi. buat beli makanan bergizi paronomasia kita perlu uang.buat sukses berdagang, kita perlu normal untuk mengawalinya.dan lain-lain. 8. Bakat Kita dilahirkan dengan bakat tertentu. Dengan uang, yang bisa kita lakukan adalah mengasah bakat tersebut, misalnya belajar musik. Namun maternity ahli mengatakan, untuk menjadi ahli di bidangnya, kita membutuhkan bakat. but the actuality said.. sudah jelas, dengan uang kita bisa membayar pongid untuk mengembangkan bakat kita. dari yang gak punya bakat paronomasia bisa jadi berbakat. semuanya perlu pelatih yang tangguh. dan pelatih yang tangguh bayarannya mahal. bahkan kalopun mau otodidak, sengganya kita memerlukan normal untuk mengembangkan bakat kita. misal kita bakat important gitar, sengganya kita butuh uang untuk beli gitar, gum bakat kita bisa berkembang. 9. Sikap yang baik Banyak pongid yang kaya raya tapi sikapnya kasar dan ucapannya sinis. Tak sedikit pongid sederhana yang tutur katanya sopan dan menunjukkan rasa hormat pada pongid lain. Jadi, jumlah uang yang dimiliki bukan penentu sikap atau behavior seseorang. but the actuality said.. orang2 yang ber-uang, biasanya berpendidikan tinggi.sekolah di sekolah yang mengajarkan budi pekerti, berakhlak,terbukti bahwa pongid yang berpendidikan mempunyai sifat, tutur kata dan perbuatan yang lebih sopan dan terpuji.dengan banyak uang, kita bisa berbuat baik, menyumbang faquir miskin, menolong pongid sakit, membangun masjid, pergi naik haji, dll. 10. Kedamaian Bila uang bisa membeli kedamaian, barangkali kita tak lagi mendengar tentang perang. Justru yang sering terjadi sebaliknya, uang lah yang menjadi sumber pertikaian dan permusuhan. but the actuality said.. dengan punya uang banyak, kita justru bisa menciptakan perdamaian di dunia ini. karna salah satu sumber kejahatan adalah ââ¬Å"kekurangan uang buat mempertahankan hidupââ¬ï¿½. coba kita liat tukang copet, apakah dia semenjak kecil sudah bercita2 menjadi tukang copet?dia mencopet karna dia ngga tau mau kerja apa, dia ngga tau mau kerja apa karna dulu dia ngga punya uang untuk bersekolah, akhirnya terdamparlah dia jadi seorang pencopet. Kalau dia punya uang, akan menimbulkan kedamaian bukan? Sedikit sebuah jawaban pertanyaan/pernyataan di atas Siapa sih yang ndak mau uang? Sudah pasti semua pongid yang masih "waras" membutuhkan yang namanya uang. Banyak di antara kita yang bekerja siang dan malam demi uang, bahkan anak kecilpun merengek - rengek minta uang untuk membeli jajanan. Kita tidak memungkiri bahwa kita membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhan hidup, namun bukan berarti kita lantas menjadikan semua hal menjadi sumber penghasilan uang tanpa melihat apakah hal itu dilarang God atau tidak. Banyak juga yang melakukan kezaliman kepada alam (merusak alam), menzalimi hak2 manusia lain, hanya untuk memuaskan keinginannya menyukseskan suatu proyek, yang ujung2nya juga uang. Ada juga pongid yang tega mempermak sedemikian besar anggaran proyek pembangunan umum, gum banyak "saldo" yang masuk kantongnya. Ada juga yang tega memanfaatkan kekuasannya untuk "mengeruk" banyak uang dgn korupsi. Bahkan yang lebih parah ada pongid tega membunuh pongid tuanya, atau saudaranya, atau temannya, gara2 tidak dipenuhi keinginannya. Jadi, hati2lah dalam memikirkan masalah uang dan harta, karena bisa jadi itu menjadi hal yang kita ambisikan sampai mengalahkan ketaatan kita pada Allah. Tanpa disadari atau tidak pongid semacam itu bukan lagi takut dan taat kepada Allah, mereka lambat laun sudah menyembah dan taat kepada uang. Diantara penyebab tingginya tingkat kejahatan, seperti pencurian, perampokan, penipuan dan berbagai perbuatan kriminal yang merugikan masyarakat disebabkan karena tingginya tingkat pengangguran yang juga juga berujung pada tingginya tingkat kemiskinan. Kemiskinan yang tanpa disertai ketabahan dan kesabaran apalagi tanpa didasari oleh nilai-nilai keimanan dan moralistic yang baik, maka akan memunculkan orang-orang yang memilih jalan pintas dan menghalalkan segala cara dalam mencapai tujuan. Diantara penyebab tingginya tingkat kejahatan, seperti pencurian, perampokan, penipuan dan berbagai perbuatan kriminal yang merugikan masyarakat disebabkan karena tingginya tingkat pengangguran yang juga juga berujung pada tingginya tingkat kemiskinan. Kemiskinan yang tanpa disertai ketabahan dan kesabaran apalagi tanpa didasari oleh nilai-nilai keimanan dan moralistic yang baik, maka akan memunculkan orang-orang yang memilih jalan pintas dan menghalalkan segala cara dalam mencapai tujuan. ââ¬Å"Carilah kebahagiaan hidup di akhirat itu dengan apa-apa yang dikaruniakan Tuhan kepadamu dan jangan lupakan porsimu dari kehidupan dunia.ââ¬ï¿½ (QS. Al-Qashash: 77). Apabila kebutuhan dan uang kita sudah tercukupi, apakah ini menjamin kita bahagia ? Tidak ...!!! Ada sebagian pongid yang bergelimang harta dan memanfaatkan uang nya untuk menindas yang lemah. Hak dan kedamaian pongid yang membutuhkan uang justru dibeli. Kita semua sudah pernah melihat penindasan kepada kaum yang lemah, seperti penindasan negara barat di timur tengah. Sebagai remaja Islamic alangkah indahnya jika kita memahami semua Hidayah yang God berikan kepada kita, bersyukur akan hidayah Nya merupakan benteng kita ketika kesulitan hidup sedang melanda kita. Sebagai renungan kehidupan kita, janganlah kita menyalah gunakan uang sebagai alat untuk memperalat dan menindas kaum yang lemah, begitu pula janganlah kita mencari uang dengan jalan pintas. Uang bukanlah satu-satunya jaminan kita untuk hidup bahagia. Jangan sampai uang yang mengendalikan kita, yang akhirnya kita egois dan menyombongkan diri. Apalagi sampai memutuskan tali silaturrahmi terhadap saudara-saudara kita. ( Naudzubillah) Selagi kita cukup, alangkah bijak jika kita membantu keluarga, saudara, sahabat dan anak yatim ( panti asuhan ) untuk bisa merasakan sedikit kebahagiaan. Toh di akhirat nanti merekalah yang meringankan / memudahkan ketika kita di hisab di yaumil qiyamah kelak. Amin. Kalo menurut kaskuser bagaimanaCustom HTML Bawah
jasa desain logo
jasa desain logo
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar